Apa yang kamu lakukan di 100 hari terakhir 2017

Postingan ini tertrigger setelah membaca salah satu artikel di medium yang berjudul :

There are 100 days left in 2017.

What will you do with them?

View story at Medium.com

Yap postingan ini mengunggah kesadaran saya akan sisa-sisa hari tahun 2017 beserta dengan segala resolusi-resolusi besar yang ingin dicapai. Jujur saja, saya tidak begitu dapat mengingat apa saja resolusi-resolusi besar selain wisuda :D.

Dikala 2017 masehi mendekati akhirnya, 1439 hijriah baru memulai titian karirnya dalam hidup manusia diwaktunya. Apakah resolusi tak tercapai ditahun masehi akan diperpanjang menjadi resolusi pada tahun hijriah?

 

*sebenarnya saat ini sudah hari ke 92 😀

(https://www.timeanddate.com/countdown/to?iso=20180101T00&p0=145&msg=H+A+P+P+Y____NEWYEARS_____2018&font=cursive)

 

 

 

 

Advertisements

Ke poliklinik gigi di RST Ganting Padang

Fiuh.. akhirnya kelar juga urusan ke rumah sakit hari ini. Memang beberapa akhir ini, di gusi saya terdapat Abses. Awalnya dari dokter di Puskesmas mengatakan ada sejenis radang yang terjadi di gusi gigi saya, berkali-kali ke puskemas dan klinik gigi si dokter enggan menambal atau mencabut gigi saya ini.

“Di gusi masih ada radangnya, mata-nya masih ada”

(mata??) sambil mengeluarkan wajah heran

“Seperti mata bisul, jadi giginya gak bisa ditambal atau dicabut”

“Nanti minta lagi antibiotiknya ke Puskesmas, nanti 3 hari lagi kemari, biar ditambal soalnya mahkotanya masih bagus, nanti giginya ditambal permanen dengan ala-ala perawatan syaraf jadi gak perlu perawatan lagi “(dan promosi dari dokter klinik gigi-pun berlangsung sejenak, dan saya pun manggut-manggut)

Istilah mata bisul pun saya utarakan ke dokter puskesmas, dan dokterpun bicara komat-kamit

“%$#@%^@^@&!Pembukaan empat&^@%@&!Abses*@&%!&@”

Continue reading

Kupas ebook anti tunda (1)

Ada beberapa nasehat yang saya ambil dari ebook pengusir rasa suka menunda-nunda pekerjaan, begitu banyak halaman menyebabkan kacang-kacangan dan minuman energi menjadi teman santai kali ini.

  1. Jangan bayangkan sebuah hutan namun satu pohon. Kita perlu menentukan satu tujuan kecil yang jelas dan selesaikan kemudian tentukan satu tujuan kecil lagi lalu selesaikan, satu per satu pohon akan membentuk hutan suatu hari nanti. Seperti yang saya lakukan kali ini, belajar pemograman, bahasa jerman, 3D dll dalam waktu bersamaan, sehingga hasilnya tidak maksimal, kesulitan mengatur waktu :D, seharusnya satu tujuan dalam satu waktu.
  2. Rasa malas itu menjalar dari pagi hingga berganti hari, sehingga usahakan pagi hari sudah dalam produktifitas tinggi. Bangun telat dan berleha-leha dipagi hari bukan lah contoh sifat produktivitas tinggi.
  3. Buat daftar to-do-list yang actionable, maksudnya daripada sekedar membuat *baca buku kesehatan* mungkin bisa diganti dengan *baca buku kesehatan karangan anu bab 1*. Buat daftar list yang realistis untuk dikerjakan.
  4. Jangan terlalu perfeksionis dalam memulai sesuatu hal, lakukan dahulu apa yang sanggup dilakukan, revisi dapat menyusul, “something is always better than nothing and you can’t edit a blank page”.
  5. Tentukan tujuan yang besar lalu cicil dalam pelaksanaannya, seperti contoh seorang pegawai 8 jam disebuah kantor namun mampu menghasilkan banyak novel, dengan menetapkan 3 jam dipagi sebelum kerja untuk menulis dengan 250 kata/15 menit, dalam 10 bulan dia mampu menghasilkan setidaknya sebuah novel trilogi. Tujuan besar : novel trilogi, cicilan : 250 kata/15 menit setiap hari.
  6. Buat daftar gangguan, terkadang ketika kita sedang fokus dalam mengerjakan tugas, ada saja hal lain yang terlintas dikepala, agar tidak terlarut-larut memikirkan hal lain tsb, tuliskan dalam daftar gangguan dan daftar ini akan diproses dilain waktu.
  7. Time Blocks, atur timer, hingga timer berbunyi tidak boleh ada gangguan baik dari hp, televisi dll
  8. Duduk sejenak, sama halnya dengan time blocks namun yang ini tidak boleh pindah-pindah hingga waktu yang ditentukan habis.
  9. Airplane Days, sehari tanpa sinyal baik internet, televisi, telepon dll.
  10. Metode fokus-istirahat-fokus, 10 menit fokus 2 menit istirahat diulangi hingga 5 kali sehingga totalnya 1 jam produktivitas.

daily python code : 24 of random number

lagi-lagi random 😀

tujuan dibuatnya program yang menampilkan angka sebanyak 24 buah ini secara acak/random bertujuan untuk tidak lain untuk melatih daya ingat. Kok bisa? haha rahasianya adalah menghafalnya. Dalam salah satu ebook yang saya baca (ebook yang membahas daya ingat), orang dewasa setidaknya dapat mengingat min. 24 angka dalam 3 menit. Dari pada repot-repot memilih acak 24 angka , yuk diprogramkan saja sebuah app sederhananya ( udah repot duluan untuk membuat programnya 😀 ).


import random

foo = [1,2,3,4,5,6,7,8,9,0]

secure_random = random.SystemRandom()

for number in range(24):
print(random.choice(foo),end=' ')

daily python code : random surat

import random

ayat = ["AnNas", "AlIkhlas", "Adduha", "Attin", "Alinsyirah", "AlKautsar", "Alfil"]

for number in range(4):
secure_random = random.SystemRandom()
b = random.choice(ayat)
print ("untuk rakaat",number+1, b)
ayat.remove (b)
#print (ayat)

wehh, baru belajar bahasa pemograman python, yang dikatakan sebagai bahasa yang cukup mudah untuk dipelajari bagi pemula.
Code listing diatas diperuntukkan bagi kamu yang mau sedikit ribet ketika mau solat 😀 program ini akan secara random, memilih 4 surat Quran yang terhimpun dalam ayat[]

Ada kalanya seseorang kurang fokus, sehingga tak jarang sering lupa ketika sedang menengerjakan rakaat keberapa -_-, dengan menentukan ayat-ayat tertentu sebelum solat(mungkin) dapat menjadi solusi mengenai hal itu

aku : waduh tadi udah rakaat berapa ya?
aku (lagi) : oh iya tadi kan baca surat An Nas
aku (lagi-lagi) : An Nas kan surat kedua untuk solat ini berarti ini udah rakaat ketiga -_-“

Walaupun pada saat sebelum mau mengerjakan solat sebenarnya kita dengan mudah memilih/menentukan surat apa ingin dibaca ketika solat nantinya tanpa menggunakan program apapun, namun saya seorang pemula, butuh tujuan receh untuk pengaplikasian ilmunya 😀
Continue reading