DN : Jauh dari yang dibayangkan

Setelah menonton film kedua sarang naga, terbesitlah keinginan menonton ulang film sarang naga pertama, Dragon nest : Warrior’s Dawn.

Film ini menceritakan bagaimana penyerangan pasukan aliansi manusia dan elf kesarang naga hitam.

Disini digambarkan bagaimana sebenarnya usaha para pahlawan dalam menghadapi sang naga yang kemudian hari keberhasilan ini menjadi kisah legenda seperti yang diceritakan didalam game dragon nest. Yep cerita di warrior’s dawn merupakan alur mundur dari setting waktu ketika bermain game online dragon nest. Kisah 50 tahun yang lalu.

Disini dikisahkan seorang anak/bocah yang bernama Lambert yang tidak sengaja bertemu dengan pasukan bayaran / merceneries, Barnac. Yang kebetulan si Barnac sedang mengantarkan Gerraint dan Argenta ke pusat ibukota kerajaan Manusia di Saint Haven.

Disini ada beberapa tokoh penting dalam film sarang emas ini; Lambert, Barnac, Gerraint yang kemudian terungkap adalah seorang naga emas, Argenta kemudian terungkap adalah seorang naga silver, Velskud sang komandan pasukan dari kerajaan manusia, Karakule pemimpin penyihir dimana penyihir yang selalu bermusuhan dengan para saint, Terramai pemimpin para saint, Nerwin ratu dari kerajaan Elf dan Liya ajudan nerwin yang kemudian dalam film ini memiliki rasa terhadap Lambert.

Film ini memiliki jalan cerita yang cukup menarik, yaitu invansi militer ke sarang naga, namun kekurangan dari film ini, para pahlawan terlihat cukup lemah, hanya mengeluarkan satu-dua jurus langsung nyerah ketakutan ketika melihat kekuatan sang naga hitam -_-, seharusnya untuk sekelas pemeran utama, perlawanan sengit mesti dihadirkan walaupun kemudian emang ditakdirkan kalah, secara manusia versus naga. Film ini terlalu terfokus akan kisah cinta antara lambert dan liya. Entah inilah yang membuat film ini menurut saya sedikit mengecewakan. Boleh lah cinta-cintaan namun karena saya adalah fans sangat menantikan bagaimana gagahnya para pahlawan berjuang tertatih-tatih melawan sang naga, film ini jadi kurang menarik.

bahkan untuk sekelas karakule yang katanya penyihir terkuat dikelasnya, langsung lemas melihat auman sang naga (keluarin mega fireball dlu kek, baru lemas -_-)

bahkan untuk sekelas velskud hanya mengeluarkan jurus pedang angin yang kurang keren selama durasi film (gak ada jurus lain om -,-)

bahkan untuk nerwin siratu elf, jurus panahnya terlalu kering alias gak ada ledakannya itupun cuman 3 biji nempel ditubuh sang naga yang sangat besar, ibarat digigit semut -,-

namun untuk Barnac, mengeluarkan howl, terhempas akibat serangan naga dan ngeluarin skill kapak tornadonya, lumayan lah untuk sekelas pasukan bayaran dan untuk teramai, saint yang pada dasarnya emang job yang sifat pendukung bukan penyerang sehingga jurus penahan serangan yang acapkali dia keluarkan sudah memuaskan saya walaupun saya berharapnya jurusnya lebih banyak lagi.

Sedangkan untuk gerraint dan argenta, mungkin ceritanya emang dibuat agar si naga hitam sulit untuk dikalahkan bahkan untuk naga seperti gerraint dan argenta, sehingga ekspetasi saya terhadap duo naga ini, cukup memuaskan.

mungkin ini terjadi karena durasi film yang terlalu pendek untuk cerita yang cukup panjang sebenarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s